Rabu, 17 Juni 2015

Press Release PKMFE 2015


Oleh : Rizki Sutikawati
(Kelompok 11 H.O.S. Tjokroaminoto)


Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas Ekonomi 2015 dilaksanakan pada tanggal 12-14 Juni 2015 bertempat di Puncak, Bogor. Rangkaian acara PKMFE 2015 terdiri dari briefing, pra dan pas PKMFE. Ketiga rangkaian tersebut dilaksakan pada hari yang berbeda.
Briefing PKMFE dilakukan di gedung Adm, UNJ. Dalam acara briefing tersebut dilakukan sosialisasi mengenai peraturan-peraturan selama PKMFE 2015 yang disampaikan oleh panitia KDSP. Selanjutnya pada briefing tersebut juga dilakukan pembagian kelompok mahasiswa yang terdiri dari tiga jurusan yaitu akuntansi, management, dan ekonomi administrasi.
Setelah pelaksanaan briefing, minggu berikutnya dilaksanakan pra PKMFE 2015. Pada pra PKMFE 2015 terdapat tiga pembicara yang akan menyampaikan materi. Ketiga pembicara tersebut adalah Kak Ferly Ferdyant, Kak Yusuf, dan Kak Robby. Materi yang pertama disampaikan oleh Kak Ferly Fedyant yang menyampaikan materi dengan judul “Menjadi negosiator Handal”. Dalam materi tersebut Kak Ferly menjelaskan tentang pengertian negosiasi, bagaimana menjadi seorang negosiator, dan proses negosiasi. Negosiasi adalah suatu proses berunding untuk menetapkan suatau kesepakatan. Seorang negosiator yang handal harus memiliki sifat percaya diri, terpercaya, menguasai substansi materi, dan menguasai teknik komunikasi. Proses dari negosiasi terdiri dari persiapan, pembukaan, memulai proses (proposing, listening), dan tawar menawar.
Materi selanjutnya adalah “Manajemen Advokasi Sosial” yang disampaikan oleh Kak Yusuf. Advokasi berarti membela, memajukan, merubah, mengemukakan dan menciptakan. Advokasi juga berarti mempengaruhi dan mendesak terjadinya perubahan dalam kebijakan publik.  Advokasi perlu dilakukan karena adanya ketidakadilan, ada orang yang tidak mampu, dan publik butuh fasilitator perubahan.
Materi terakhir disampaikan oleh Kak Robby mengenai dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Kak Robby memaparkan mengenai dunia pendidikan saat ini yang terjadi di Indonesia. Lalu dalam kesempatan itu mahasiswa diberikan waktu untuk berdiskusi kelompok mengenai permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia.
Acara inti pas PKMFE 2015 dilaksanakan tanggal 12-14 Juni 2015. Pertama- tama para peserta dikumpulkan di teater FE UNJ untuk pemeriksaan kelengkapan barang bawaan individu dan kelompok. Lalu ada pemberian amanah oleh KDSP untuk dijaga selama tiga hari. Setelah itu para peserta diperbolehkan untuk berangkat masing-masing perkelompok menuju villa setelah diberi tahu rute perjalanan oleh panitia.
Para peserta melakukan perjalanan menggunakan kereta api menuju Stasiun Bogor lalu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot. Sesampainya di villa para peserta dikumpulkan kembali untuk mengumpulkan barang bawaan individu dan kelompok.
Dalam rangkaian pas PKMFE terdapat dua pembicara yaitu Kak Rizal Dharma dan Kak Abdi. Kak Rizal menyampaikan materi mengenai management aksi. Beliau menjelaskan mengenai tata cara dan kelengkapan dari sebuah aksi. Lalu para peserta diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi aksi.
Materi berikutnya adalah urgensi kaderisasi disampaikan oleh Kak Abdi. Kaderisasi diperlukan sebagai cara untuk menemukan bibit-bibit unggul sebagai penerus dari generasi yang telah ada. Kaderasasi juga bertujuan unutk membentuk karakter seseorang.
Selama rangkaian pas PKMFE 2015 peserta diberikan amanah secara bergantian menjaga telur puyuh dan menuju KDSP saat sirene dibunyikan. Pada akhir acara mahasiswa masih harus menjalankan hukuman bending atas kesalahan yang telah diperbuat. Karena memakan waktu cukup banyak maka panitia mengganti hukuman bending dengan menugaskan oeserta mebuat press release rangkaian PKMFE 2015 sebagai syarat kelulusan dan menebus kesalahan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar