Kamis, 11 Juni 2015

Mahasiswa dan Tridharma Perguruan Tinggi

Oleh: Muhammad Ariq Fauzan Hakima

Pada zaman globalisasi seperti sekarang ini, banyak pergeseran makna dalam penggunaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Semakin banyaknya pengaruh dari dunia barat membuat para pemuda di Indonesia merasa lebih hebat jika mereka mengikuti paham-paham yang digunakan dalam dunia pendidikan di Negara Adidaya tersebut. Padahal jika dipahami secara mendalam, makna yang terkandung didalam Tri Dharma Perguruan Tinggi sudah mencakup semua segi kehidupan seperti Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai contoh dalam penerapan Pendidikan dan Pengajaran, dalam perguruan tinggi sudah memberikan Pengajaran yang bukan hanya terdiri dari materi kuliah di kelas, tetapi juga pendidikan karakter yang sebenarnya sudah dimulai saat usia anak-anak. Tetapi segi pelaksanaan dari mahasiswa dalam penerapan pendidikan karakter untuk kemajuan pendidikan di suatu perguruan tinggi tersebut yang harus dikembangkan untuk kemajuan bangsa. Selain itu mahasiswa juga diharuskan untuk mengikuti kegiatan kampus seperti UKM maupun Ormawa yang sudah jelas memiliki pengajaran dalam jiwa kepemimpinan.
Pengaruh dari luar yang buruk dapat merusak niat kita sebagai mahasiswa dalam menuntut ilmu. Oleh  karena itu, sebagai mahasiswa Indonesia yang menjadi penerus bangsa perlu dibuat adanya kegiatan yang bermanfaat seperti yang sudah dijelaskan tadi. Selain itu bagi mahasiswa yang memilih jurusan kependidikan diharuskan untuk mengikuti Program Pengalaman Lapangan yang sekaligus menjadi tenaga pengajar di suatu sekolah selama kurang lebih 3 bulan  untuk memberikan ilmu yang sudah dikuasai dalam perkuliahan. Karena mahasiswa inilah yang akan menjadi seorang guru bagi penerus bangsa generasi emas di Indonesia.
Makna dari penelitian dan pengabdian bagi mahasiswa dapat diambil contohnya saat mahasiswa semester akhir menyelesaikan skripsi. Tugas akhir ini yang menuntut mahasiswa untuk meneliti hal-hal yang diangkat dari judul skripsi tersebut. Butuh pengorbanan dari segi materi maupun fisik dalam penelitian ini, di saat banyak mahasiswa lain sibuk dengan kegiatannya, kita justru berkutat dengan studi kasus yang diangkat. Selain itu ilmu pengetahuan juga ada perkembangan seperti ditemukannya energi alternatif untuk bahan bakar kendaraan. Tetapi karena kurangnya perhatian dari pemerintah, pengembangan ilmu pengetahuan ini menjadi tidak berkembang. Contoh dari pengembangan penelitian mahasiswa yaitu Mobil Listrik yang dibuat oleh Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dan mempunyai prestasi di tingkat Nasional maupun Internasional.
Selain itu pengembangan dari ilmu pengetahuan juga tergantung dari aktifnya seorang mahasiswa dalam penelitiannya terhadap suatu kasus yang diselidikinya. Jika dalam ilmu kealaman seperti biologi dan kimia sudah pasti banyak penemuan baru yang diakui oleh para ilmuwan. Tetapi dalam ilmu sosial juga ditemukan penemuan baru, khususnya di bidang arkeologi yang saat ini telah menemukan candi yang berumur ratusan tahun dan terkubur oleh tanah saat bencana meletusnya gunung Merapi. Bisa saja apabila ditemukan sumber tertulis baru yang ditemukan oleh mahasiswa Indonesia berumur lebih tua daripada Prasasti Yupa di pulau Kalimantan, akan menjadi patokan bahwa rakyat Indonesia memasuki zaman sejarah sebelum abad 5 Masehi. Hal ini akan menjadi sejarah baru yang ditorehkan oleh mahasiswa, karena para ilmuwan yang notabene mempunyai gelar Profesor maupun Doktor akan bangga dengan penemuan ini.
Tri dharma yang ketiga adalah pengabdian pada masyarakat, hal inilah yang sudah diterapkan oleh perguruan Tinggi di Indonesia. Dengan program Kerja Kuliah Nyata (KKN), mahasiswa menjadi dekat dan mengetahui keadaan masyarakat yang jauh dari modernisasi kehidupan sekarang. Mahasiswa bergotong royong membangun desa tersebut untuk kemajuan kehidupan masyarakat sesuai dengan bidang jurusan saat mereka kuliah. Ada yang membangun sanitasi desa, mengadakan pengajian untuk masyarakat, sampai membuat inventaris desa seperti lapangan voli, dll. Dari beberapa contoh tadi sudah banyak menngambarkan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi telah menyeluruh dari semua segi kehidupan. Sudah saatnya kita sebagai mahasiswa Indonesia memajukan sistem pendidikan di negara kita sesuai dengan corak budaya kita.
Di era modern seperti ini banyak sekali pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang telah dilakukan. Menjadi seorang mahasiswa tidak hanya kuliah,kuliah,dan kuliah. Tetapi bagaimana kita sebagai mahasiswa bisa menjadi sosok pembangun masa depan bangsa yang menjadikan Indonesia lebih maju dari negara lain. Sudah banyak pemimpin-pemimpin bangsa yang sukses memimpin negara ini dengan menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saat sekarang inilah masa keemasan generasi bangsa yang harus dikembangkan. Saya rasa saat ini banyak perguruan tinggi yang sudah menerapkan Tri Dharma PT untuk pelaksanaan kegiatan kuliah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar