Oleh
: Rizki Sutikawati
(Kelompok
11 H.O.S. Tjokroaminoto)
Pelatihan
Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas Ekonomi 2015 dilaksanakan pada tanggal 12-14
Juni 2015 bertempat di Puncak, Bogor. Rangkaian acara PKMFE 2015 terdiri dari
briefing, pra dan pas PKMFE. Ketiga rangkaian tersebut dilaksakan pada hari
yang berbeda.
Briefing
PKMFE dilakukan di gedung Adm, UNJ. Dalam acara briefing tersebut dilakukan
sosialisasi mengenai peraturan-peraturan selama PKMFE 2015 yang disampaikan
oleh panitia KDSP. Selanjutnya pada briefing tersebut juga dilakukan pembagian
kelompok mahasiswa yang terdiri dari tiga jurusan yaitu akuntansi, management,
dan ekonomi administrasi.
Setelah
pelaksanaan briefing, minggu berikutnya dilaksanakan pra PKMFE 2015. Pada pra
PKMFE 2015 terdapat tiga pembicara yang akan menyampaikan materi. Ketiga
pembicara tersebut adalah Kak Ferly Ferdyant, Kak Yusuf, dan Kak Robby. Materi
yang pertama disampaikan oleh Kak Ferly Fedyant yang menyampaikan materi dengan
judul “Menjadi negosiator Handal”. Dalam materi tersebut Kak Ferly menjelaskan
tentang pengertian negosiasi, bagaimana menjadi seorang negosiator, dan proses
negosiasi. Negosiasi adalah suatu proses berunding untuk menetapkan suatau
kesepakatan. Seorang negosiator yang handal harus memiliki sifat percaya diri,
terpercaya, menguasai substansi materi, dan menguasai teknik komunikasi. Proses
dari negosiasi terdiri dari persiapan, pembukaan, memulai proses (proposing,
listening), dan tawar menawar.
Materi
selanjutnya adalah “Manajemen Advokasi Sosial” yang disampaikan oleh Kak Yusuf.
Advokasi berarti membela, memajukan, merubah, mengemukakan dan menciptakan.
Advokasi juga berarti mempengaruhi dan mendesak terjadinya perubahan dalam
kebijakan publik. Advokasi perlu
dilakukan karena adanya ketidakadilan, ada orang yang tidak mampu, dan publik
butuh fasilitator perubahan.
Materi
terakhir disampaikan oleh Kak Robby mengenai dunia pendidikan yang ada di
Indonesia. Kak Robby memaparkan mengenai dunia pendidikan saat ini yang terjadi
di Indonesia. Lalu dalam kesempatan itu mahasiswa diberikan waktu untuk
berdiskusi kelompok mengenai permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia.
Acara
inti pas PKMFE 2015 dilaksanakan tanggal 12-14 Juni 2015. Pertama- tama para
peserta dikumpulkan di teater FE UNJ untuk pemeriksaan kelengkapan barang
bawaan individu dan kelompok. Lalu ada pemberian amanah oleh KDSP untuk dijaga
selama tiga hari. Setelah itu para peserta diperbolehkan untuk berangkat
masing-masing perkelompok menuju villa setelah diberi tahu rute perjalanan oleh
panitia.
Para
peserta melakukan perjalanan menggunakan kereta api menuju Stasiun Bogor lalu
melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot. Sesampainya di villa para
peserta dikumpulkan kembali untuk mengumpulkan barang bawaan individu dan
kelompok.
Dalam
rangkaian pas PKMFE terdapat dua pembicara yaitu Kak Rizal Dharma dan Kak Abdi.
Kak Rizal menyampaikan materi mengenai management aksi. Beliau menjelaskan
mengenai tata cara dan kelengkapan dari sebuah aksi. Lalu para peserta
diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi aksi.
Materi
berikutnya adalah urgensi kaderisasi disampaikan oleh Kak Abdi. Kaderisasi
diperlukan sebagai cara untuk menemukan bibit-bibit unggul sebagai penerus dari
generasi yang telah ada. Kaderasasi juga bertujuan unutk membentuk karakter
seseorang.
Selama
rangkaian pas PKMFE 2015 peserta diberikan amanah secara bergantian menjaga
telur puyuh dan menuju KDSP saat sirene dibunyikan. Pada akhir acara mahasiswa
masih harus menjalankan hukuman bending atas kesalahan yang telah diperbuat.
Karena memakan waktu cukup banyak maka panitia mengganti hukuman bending dengan
menugaskan oeserta mebuat press release rangkaian PKMFE 2015 sebagai syarat
kelulusan dan menebus kesalahan.


